Filosofi Islam
Dalam perspektif Islam, air merupakan karunia Allah SWT yang memiliki kedudukan sangat penting dalam kehidupan manusia. Al-Qur’an menyebutkan: Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup” (QS. Al-Anbiya: 30), yang menegaskan bahwa air adalah sumber kehidupan. Hujan sendiri disebut sebagai rahmat: Dan dari langit Kami turunkan air yang memberi berkah, lalu Kami tumbuhkan dengan (air) itu pepohonan yang rindang dan biji-biji yang dapat dipanen.” (QS. Qaf: 9).
Islam juga sangat menekankan pentingnya tidak berlebihan dalam menggunakan air, sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah SAW yang melarang pemborosan air bahkan ketika berwudhu. Beliau melarang kita berlebihan menggunakan air, meskipun penggunaan air itu terkait urusan ibadah. Ini seperti disebutkan dalam hadis riwayat Ibn Majah dari Abdullah bin ‘Amr, Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu: bahwasanya Nabi Saw. pernah lewat di hadapan Sa’ad, dan dia sedang berwudhu. Rasulullah langsung berbicara: “Kok berlebihan seperti ini wahai Sa’ad?” Sa’ad menjawab: “Dalam wudhu berlaku (larangan) berlebihan juga?” Rasul Saw. bersabda: “Ya, meskipun engkau (berwudhu) dengan air sungai yang mengalir!”
Konsep ini menjadi landasan dalam membangun kesadaran hemat air di lingkungan pesantren, bahkan penggunaan air untuk berwudhu, mandi, mencuci dan sebagainya. Sebagai khalifah di bumi, Allah berfirman : Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi."Mereka berkata, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?" Dia berfirman, "Sungguh Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah: 30).
Air adalah diantara sumber kehidupan. Allah menciptakan air sehingga Allah menakdirkan bisa tumbuhnya tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan sebagai rizki yang bisa dinikmati manusia. Artinya, penciptaan air adalah diantara bentuk kasih sayang Allah kepada manusia. Allah berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 164 Sesungguhnya dalam penciptaan langit, bumi, pergantian siang dan malam, kapal yang dapat berlayar di laut yang memberi manfaat pada manusia, apa yang Allah turunkan dari langit berupa air yang dapat menghidupkan bumi setelah bumi itu mati, dan Allah tebarkan di seluruh bumi itu segala jenis hewan, hembusan angin dan awan yang teratur berada antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh adalah tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.